Jumat, 29 November 2013

Ijinkan Aku Berzina..ya Rasulullah

Ijinkan Aku Berzina..ya Rasulullah



Suatu hari ada seorang pemuda datang menemui Rasulullah (yang ketika itu para sahabat beliau sedang berada disekitarnya), tiba-tiba pemuda itu berkata dengan suara lantang.

"Ya Rasulullah ! Aku suka zina…"



Belum sempat ia meneruskan kalimatnya, tiba-tiba sebagian para sahabat serentak berdiri ingin memberikan pelajaran berharga pada pemuda itu, namun Rasulullah mencegahnya dan mengatakan sesuatu pada pemuda itu, sambil memenggilnya beliau bersabda. 

“Wahai anak muda kemarilah dan ceritakan apa yang engkau alami", kemudian pemuda itupun berkata. 

“Ya Rasulullah ! Aku adalah seorang yang senang sekali melakukan perbuatan zina, sehari atau dua hari aku menaiki tembok tetangga sebelahku dan akupun berbuat zina dengan perempuan yang ada di rumah tersebut…  

Kemudian Rasulullah menanyakan sesuatu kepadanya,"Wahai anak muda! Apakah engkau memiliki saudara perempuan?" 

"Iya",

"Apakah engkau memiliki seorang ibu?", Rasulullah bertanya kembali.

Ia menjawab "iya"

Rasulullah melanjutkan pertanyaan beliau, "Apa dan bagaimana perasaan kamu jika saudara perempuanmu atau ibumu diperlakukan orang lain sebagaimana engkau melakukannya pada tetanggamu, apakah engkau mengizinkannya?" 

Pemuda itu menjawab, "Tentu tidak ya Rasulullah, aku akan menghajar siapa saja yang berani melakukan hal itu terhadap mereka!"

Lalu Rasulullah meneruskan sabdanya, "Kalau begitu, mengapa engkau melakukan sesuatu yang jika hal itu terjadi pada keluargamu, kamu tidak mengizinkannya, akan tetapi engkau memperbolehkannya untuk dirimu sendiri?" Kemudian si pemuda itu meminta jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang ia hadapi.  

Kemudian Rasulullah mendoakannya sambil tangan beliau mengusap ke bagian dada pemuda tersebut, beliau bersabda: “Ya Allah hilangkanlah dan cabutlah dari akarnya keinginan pemuda ini untuk melakukan zina dan jadikanlah kecintaan di dalam hatinya untuk berbuat baik".  

Kemudian pemuda tadi merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya dan berkata, "Ya Rasulullah pertama kali aku masuk dan menemuimu perbuatan zina adalah sesuatu yang paling aku senangi dan sekarang aku keluar dari majlismu dalam keadaan perbuatan zina adalah sesuatu yang paling aku benci". 

Kemudian pemuda itupun keluar dari majlis tersebut. Pada saat itu Rasulullah berpaling kepada para sahabat beliau dan bersabda. “Jika kalian tadi memukulinya apa yang akan terjadi, pemuda itu akan tetap melakukan perbuatannya yang keji itu dan akan membenci agama yang kalian anut".


X Faktor

X Faktor



"Bapak perhatikan nilai ujian kamu akhir-akhir ini turunBudi, ada masalah?", tanya pak Guru Matimatika

"Iya pak..hmmm..anu pak..hmm",Jawab Budi terbata-bata

"Bilang saja, cerita sama bapak... insya Allah bapak bantu", ujar pak guru menenangkan

"Nilai ujian saya turun karena....kalkulator saya rusak pak",jawab Budi polos

"........??"


Kamis, 28 November 2013

3 Angin dan Monyet

3 Angin & Monyet


Suatu hari ada seekor monyet yang nongkrong di atas sebuah pohon yang tinggi. Monyet itu asik memetik buah jambu. Di atas langit ada 3 angin yang sedang bercakap-cakap.

Angin Topan dan angin Puting Beliung," hai angin Sepoi-Sepoi yang lemah dan lambat ngapain kamu kemari?"

"Saya mau ke hutan", jawab angin Sepoi-sepoi.

"Ngapain kamu ke sana hai lelet dan jelek juga lemah" ejek angin Puting Beliung dan angin Topan, "wkwkwkwkwkw.."

 "bagaimana kalau kita bertanding?, siapa yang bisa menjatuhkan monyet itu dia yang menang",tantang angin Sepoi-sepoi.



"Setuju..", jawab  angin Puting Beliung da  Topan. "siapa yang menang dia harus pergi dari sini!bagimana?"

"oke!", angin Sepoi-sepoi menanggapi.

Majulah angin Topan mendatangi monyet itu. 

Wuuuussssssss...wuuussssssssssssss...... serang angin Topan menggoyangkan pohon jambu itu. Monyet itu berpegangan erat pada pohon itu. Lewatlah angin Topan, dia gagal menjatuhkan monyet itu.

"aku gagal sob, haduwh.." ujarnya pada angin Puting Beliung dan angin Sepoi-sepoi. 

"Biar aku yang maju", kata angin Puting Beliung.

brruueeeerrrr...bruuurrrrr..wuuusssss....wuusssss serang angin Puting Beliung. Kali ini monyet sampai terbang tapi tangan kanannya masih memegang batang pohon itu dengan erat. Brrrruueeeerrrr... brrruuurrrrr...wuuuusss...wuusss akhirnya angin Puting Beliung juga menyerah.

"Wah..wah... hebat juga tuh si kunyuk!", katanya kesal.

Kini giliranku kata angin Sepoi-Sepoi.

huuuusss...husss semilir anginnya berbeda dari dua angin tadi yang kencang angin Sepoi-Sepoi pelan saja. Semilir-semilir membuat si monyet mengantuk. Semenit dua menit akhirnya si monyet tidur. Karena tidur lupalah dia tidak berpegangan pada pohon dan bluk! jatuhlah si monyet itu.

"sekarang siapa yang harus pergi ? hee" ujar angin Sepoi-sepoi. Dan akhirnya angin Puting Beliung dan Angin Topan malu dan pergi.