3 Angin & Monyet
Suatu hari ada seekor monyet yang nongkrong di atas sebuah pohon yang tinggi. Monyet itu asik memetik buah jambu. Di atas langit ada 3 angin yang sedang bercakap-cakap.
Angin Topan dan angin Puting Beliung," hai angin Sepoi-Sepoi yang lemah dan lambat ngapain kamu kemari?"
"Saya mau ke hutan", jawab angin Sepoi-sepoi.
"Ngapain kamu ke sana hai lelet dan jelek juga lemah" ejek angin Puting Beliung dan angin Topan, "wkwkwkwkwkw.."
"bagaimana kalau kita bertanding?, siapa yang bisa menjatuhkan monyet itu dia yang menang",tantang angin Sepoi-sepoi.
"Setuju..", jawab angin Puting Beliung da Topan. "siapa yang menang dia harus pergi dari sini!bagimana?"
"oke!", angin Sepoi-sepoi menanggapi.
Majulah angin Topan mendatangi monyet itu.
Wuuuussssssss...wuuussssssssssssss...... serang angin Topan menggoyangkan pohon jambu itu. Monyet itu berpegangan erat pada pohon itu. Lewatlah angin Topan, dia gagal menjatuhkan monyet itu.
"aku gagal sob, haduwh.." ujarnya pada angin Puting Beliung dan angin Sepoi-sepoi.
"Biar aku yang maju", kata angin Puting Beliung.
brruueeeerrrr...bruuurrrrr..wuuusssss....wuusssss serang angin Puting Beliung. Kali ini monyet sampai terbang tapi tangan kanannya masih memegang batang pohon itu dengan erat. Brrrruueeeerrrr... brrruuurrrrr...wuuuusss...wuusss akhirnya angin Puting Beliung juga menyerah.
"Wah..wah... hebat juga tuh si kunyuk!", katanya kesal.
Kini giliranku kata angin Sepoi-Sepoi.
huuuusss...husss semilir anginnya berbeda dari dua angin tadi yang kencang angin Sepoi-Sepoi pelan saja. Semilir-semilir membuat si monyet mengantuk. Semenit dua menit akhirnya si monyet tidur. Karena tidur lupalah dia tidak berpegangan pada pohon dan bluk! jatuhlah si monyet itu.
"sekarang siapa yang harus pergi ? hee" ujar angin Sepoi-sepoi. Dan akhirnya angin Puting Beliung dan Angin Topan malu dan pergi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar